tangan di infus di rumah sakit
Tangan Diinfus di Rumah Sakit: A Comprehensive Guide
Ketika kondisi pasien memerlukan pemberian cairan, obat-obatan, atau nutrisi secara langsung ke dalam aliran darahnya, terapi intravena (IV), yang umumnya dikenal sebagai “diinfus”, menjadi intervensi medis yang penting. Tangan, yang sering dipilih sebagai tempat pemasangan infus, merupakan pemandangan umum di rumah sakit. Artikel ini menggali seluk-beluk pemasangan infus di tangan, mengeksplorasi alasan di balik praktik umum ini, prosedurnya sendiri, potensi komplikasi, dan konteks terapi IV yang lebih luas di lingkungan rumah sakit.
Mengapa Tangan? Alasan Dibalik Situs Penyisipan
Pemilihan tangan sebagai titik penyisipan utama selang infus tidak sembarangan. Beberapa faktor berkontribusi terhadap keputusan ini, menjadikannya lokasi pilihan bagi para profesional kesehatan:
- Aksesibilitas: Pembuluh darah di tangan umumnya mudah dijangkau dan terlihat, terutama pada pasien dengan hidrasi yang baik dan lemak subkutan yang lebih sedikit. Kemudahan akses ini menyederhanakan proses penyisipan, khususnya dalam situasi darurat dimana waktu adalah hal yang sangat penting.
- Kenyamanan Pasien: Meskipun kenyamanan bersifat subyektif, banyak pasien menganggap pemasangan infus di tangan tidak terlalu ketat dibandingkan pemasangan di lokasi lain seperti lengan atau tungkai. Tangan memberikan kebebasan bergerak yang lebih besar, meminimalkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari selama dirawat di rumah sakit.
- Mengurangi Risiko Tromboflebitis: Dibandingkan vena di ekstremitas bawah, vena di tangan kurang rentan terhadap tromboflebitis (radang vena akibat bekuan darah). Ini karena aliran darah yang lebih baik dan risiko stasis yang lebih kecil.
- Kemudahan Pemantauan: Tangan menyediakan lokasi yang nyaman bagi penyedia layanan kesehatan untuk memantau secara visual tempat penyisipan untuk mencari tanda-tanda infiltrasi (kebocoran cairan ke jaringan sekitarnya), flebitis (radang vena), atau infeksi.
- Ketersediaan Banyak Vena: Sisi punggung (belakang) tangan memiliki jaringan vena superfisial, menawarkan berbagai pilihan untuk pemasangan IV jika salah satu vena terbukti tidak cocok. Vena metakarpal sefalik, basilika, dan dorsal biasanya digunakan.
Meskipun tangan sering kali dipilih, penting untuk dicatat bahwa lokasi lain, seperti lengan bawah, lengan atas, atau bahkan kaki (pada bayi), dapat dipilih berdasarkan faktor individu pasien, jenis cairan yang diberikan, dan durasi terapi IV.
Prosedur Penyisipan IV: Panduan Langkah demi Langkah
Proses pemasangan infus di tangan mengikuti prosedur standar untuk menjamin keselamatan pasien dan meminimalkan risiko komplikasi:
- Persiapan: Penyedia layanan kesehatan pertama-tama mengumpulkan peralatan yang diperlukan, termasuk kateter IV (tabung tipis dan fleksibel), tourniquet, larutan antiseptik (misalnya klorheksidin atau alkohol), kain kasa steril, pembalut berperekat, dan selang IV yang dihubungkan ke kantong cairan.
- Identifikasi dan Penjelasan Pasien: Penyedia layanan kesehatan memverifikasi identitas pasien dan menjelaskan prosedurnya, mengatasi segala kekhawatiran atau pertanyaan yang mungkin dimiliki pasien. Persetujuan yang diinformasikan sering kali diperoleh.
- Seleksi dan Persiapan Vena: Penyedia layanan kesehatan memilih vena yang sesuai di tangan, biasanya di sisi punggung. Tourniquet dipasang beberapa inci di atas pergelangan tangan untuk memperbesar pembuluh darah dan membuatnya lebih terlihat dan teraba. Kulit di atas vena yang dipilih dibersihkan secara menyeluruh dengan larutan antiseptik, dilakukan dengan gerakan melingkar dari tengah ke arah luar.
- Penyisipan Kateter: Penyedia layanan kesehatan memasukkan kateter IV ke dalam vena dengan sudut yang dangkal, biasanya 15-30 derajat. Setelah darah terlihat di ruang kilas balik kateter, kateter dimasukkan sedikit lebih jauh ke dalam vena.
- Stabilisasi dan Pengamanan: Tourniquet dilepas, dan stylet (jarum di dalam kateter) ditarik dengan hati-hati, membiarkan kateter tetap di tempatnya. Tabung IV dihubungkan ke hub kateter, dan aliran cairan dimulai dengan kecepatan lambat. Kateter kemudian ditempel dengan kuat atau dibalut dengan bahan perekat untuk mencegah copotnya.
- Dokumentasi: Tanggal, waktu, tempat pemasangan, ukuran kateter, dan inisial penyedia layanan kesehatan didokumentasikan dalam rekam medis pasien.
Potensi Komplikasi dan Penatalaksanaannya
Meskipun pemasangan IV umumnya merupakan prosedur yang aman, potensi komplikasi dapat terjadi. Menyadari risiko-risiko ini dan mengetahui cara mengelolanya sangatlah penting:
- Infiltrasi: Hal ini terjadi ketika cairan infus bocor keluar dari vena dan masuk ke jaringan sekitarnya. Gejalanya meliputi pembengkakan, nyeri, rasa dingin, dan pucat di sekitar lokasi penyisipan. Penatalaksanaannya meliputi penghentian infus, pelepasan kateter IV, dan peninggian anggota tubuh yang terkena. Kompres hangat atau dingin dapat diterapkan sesuai anjuran penyedia layanan kesehatan.
- Radang urat darah: Peradangan pada vena, ditandai dengan kemerahan, nyeri, hangat, dan nyeri tekan di sepanjang vena. Penatalaksanaannya meliputi menghentikan infus, melepas kateter IV, memberikan kompres hangat, dan meninggikan anggota tubuh yang terkena. Dalam beberapa kasus, obat anti inflamasi oral atau topikal mungkin diresepkan.
- Infeksi: Infeksi pada tempat pemasangan ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, hangat, dan keluarnya cairan bernanah. Penatalaksanaannya meliputi pelepasan kateter IV, kultur lokasi, dan pemberian antibiotik sesuai resep penyedia layanan kesehatan. Kepatuhan yang ketat terhadap teknik aseptik selama pemasangan dan pemeliharaan sangat penting untuk mencegah infeksi.
- Hematoma: Kumpulan darah di luar vena, akibat kebocoran saat pemasangan atau pelepasan kateter IV. Gejalanya meliputi memar, bengkak, dan nyeri. Penatalaksanaannya meliputi pemberian tekanan pada lokasi setelah pelepasan kateter dan pemberian kompres dingin.
- Emboli Udara: Komplikasi yang jarang namun serius yang terjadi ketika udara memasuki aliran darah. Gejalanya berupa sesak napas mendadak, nyeri dada, dan pusing. Pencegahan adalah kuncinya, dan penyedia layanan kesehatan harus memastikan bahwa semua udara dikeluarkan dari selang infus sebelum memulai infus.
- Kerusakan Saraf: Meskipun jarang terjadi, kerusakan saraf dapat terjadi selama pemasangan IV, terutama jika kateter dimasukkan terlalu dalam atau dekat saraf. Gejalanya berupa nyeri, mati rasa, atau kesemutan di tangan atau lengan.
Pengenalan dan penanganan segera terhadap komplikasi ini sangat penting untuk meminimalkan ketidaknyamanan pasien dan mencegah dampak buruk yang serius.
Beyond the Hand: Alternatif dan Pertimbangan
Meskipun tangan merupakan tempat pemasangan IV yang umum, lokasi lain mungkin lebih disukai atau diperlukan dalam situasi tertentu:
- Lengan bawah: Lengan bawah menawarkan vena yang lebih besar dan sering kali lebih disukai untuk terapi IV jangka panjang atau ketika volume cairan yang lebih besar perlu diberikan.
- Lengan atas: Mirip dengan lengan bawah, lengan atas menyediakan akses ke vena yang lebih besar dan cocok untuk infus jangka panjang.
- Kaki: Pada bayi dan anak kecil, kaki dapat digunakan sebagai tempat pemasangan infus, karena pembuluh darah di tangan dan lengan mungkin terlalu kecil atau sulit diakses.
- Kateter Vena Sentral (CVC): Untuk terapi IV jangka panjang, pemberian obat-obatan yang mengiritasi, atau ketika vena perifer tidak cocok, CVC dapat dimasukkan ke dalam vena besar di leher, dada, atau selangkangan.
Pemilihan tempat pemasangan bergantung pada beberapa faktor, termasuk usia pasien, kondisi, jenis cairan yang diberikan, durasi terapi IV, dan ketersediaan vena yang sesuai.
Pendidikan dan Pemberdayaan Pasien
Pasien memainkan peran aktif dalam terapi IV mereka. Mereka harus didorong untuk:
- Laporkan ketidaknyamanan apa pun: Segera beri tahu penyedia layanan kesehatan jika mereka mengalami nyeri, bengkak, kemerahan, atau gejala tidak biasa lainnya di lokasi pemasangan.
- Hindari menyentuh atau memanipulasi situs IV: Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi atau copotnya.
- Jaga agar situs IV tetap kering: Hindari membasahi balutan saat mandi atau mandi.
- Ajukan pertanyaan: Jangan ragu untuk menanyakan pertanyaan apa pun kepada penyedia layanan kesehatan tentang terapi IV mereka.
Memahami tujuan terapi IV, prosedur pemasangan, potensi komplikasi, dan cara merawat tempat IV akan memberdayakan pasien untuk menjadi peserta aktif dalam layanan kesehatan mereka dan meningkatkan hasil yang lebih baik.

